Ibu Kota Diguyur Hujan Deras Sejak Dini Hari, 37 RT di Jakarta Barat Kebanjiran, Ini Datanya

WARTAKOTALIVE.COM, CENGKARENG – Hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak dini hari, mengakibatkan sejumlah wilayah dan ruas jalan di DKI Jakarta tergenang banjir, Jumat (22/3/2024).

Di Jakarta Barat misalnya, BPBD mencatat ada 37 RT yang terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, mulai 30 centimeter hingga yang tertinggi 70 centimeter.

Hal itu disampaikan oleh Ketua BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji kepada wartawan, Jumat.

“Tercatat 37 RT dan 15 ruas jalan di DKI Jakarta tergenang,” jelas Isnawa.

Salah satu wilayah di Jakarta Barat yang tergenang banjir hingga ketinggian 50 centimeter adalah RT 02 Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut Ronal selaku Ketua RT 02 Kelurahan Duri Kosambi, area pemukimannya yang berdekatan dengan Stasiun Rawa Buaya itu seakan sudah menjadi langgaran banjir.

Akibatnya, warga serta sejumlah pengguna KRL, terpaksa harus menggulung celana hingga melepas sandal dan sepatu apabila hendak berjalan menuju Stasiun Rawa Buaya.

Baca juga: Meski Mualaf, Mantan Istri Samuel Rizal, Stevie Agnecya Tak Diadzankan saat Dimakamkan,Ini Alasannya

Baca juga: Profil Stevie Agnecya, Mantan Istri Samuel Rizal yang Meninggal Tiba-tiba, Pernah Curiga Disantet

“Hampir setiap hujan kondisinya kayak gini (banjir). Warga sini juga terdampak sekali, tiap tahun gini aja. Artinya kerugian material sering terjadi buat warga kami,” ujar Ronal kepada wartawan di lokasi, Jumat.

Dia menduga, banjir yang cukup tinggi kali ini dipicu karena wilayah RT-nya itu merupakan area potongan kali.

Sehingga tatkala sebuah kali di sekitar peron Stasiun Rawa Buaya meluap, maka berdampak pada genangan tinggi di area jalan sekitar.

Lebih lanjut, Ronal berujar jika pihaknya sudah bersurat kepada pihak Daop 1 PT KAI untuk menangani masalah gorong-gorong di dekat peron Stasiun Rawa Buaya, namun hingga kini ia belum mendapatkan respon apapun.

Baca Juga  Nikmatnya Bubur Sumsum Gerobakan Mang Kumis: Manisnya Gula Jawa Sempurnakan Gurihnya Santan Kelapa

Padahal, pengajuan itu sudah dilakukan sejak 2023 lalu, bahkan sudah asa rapat khusus bersama sejumlah anggota DPRD untuk membahas permasalahan tersebut.

“Dulunya itu tahun 80-90an kali besar, cuma bergilirnya waktu pengalihan fungsi. Dan itu ada kali besar gorong-gorong (dekat stasiun) itu enggak ada normalisasi. Artinya belum ada pengerukan atau bagaimana dari pihak KAI,” jelas dia.

Kini, ia dan warga hanya bisa pasrah dan mencoba menempuh jalur koordinasi dengan sejumlah pihak agar kondisi pemukiman warga yang kerap terdampak banjir segera teratasi.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *