Kurir Narkoba Jenis LSD Ditangkap, Barang Impor dari Jerman Dikemas dengan Gambar-gambar Kartun

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba kembali mengungkap kasus narkotika, kali ini jenis LSD (Lysergic Acid Diethylamide).

Dari kasus narkotika jenis tersebut yang diungkap pada Februari 2024, satu orang tersangka berinisial NK diamankan.

“Narkotika jenis LSD atau sisipfor ini kami amankan 1 tersangka atas nama NK sebagai kurir dan pengedar. Ini barang bukti 2.500 lembar LSD atau sisipfor,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Hengki, dalam konferensi pers, Jumat (15/3/2024).

Ia menuturkan, narkotika jenis LSD ini merupakan barang impor dari Jerman dengan pengirimannya menggunakan jasa pengiriman barang atau ekspedisi.

Baca juga: Tersangka Kasus Narkoba Jaringan Fredy Pratama jadi 58 Orang, Polisi Ungkap Empat Pemain Baru

“Nah yang perlu kami sampaikan, yang menarik adalah dari kasus yang ada ini, ini ada pengiriman dari Jerman. Melalui JNE, ini jenis CC4 atau LSD, ini narkotika golongan 1,” kata Hengki.

Penggunaan narkotika jenis LSD, ujar dia, termasuk yang unik, yaitu diletakkan di langit-langit mulut atau di bawah bibir.

Hengki menuturkan, harga jual narkotika jenis tersebut dipatok Rp100.000 per biji.

“Cara pemakaiannya pun diletakkan di langit-langit atau di bawah bibir. Nah yang menarik lagi, setiap satu sejenis perangko ini sudah dibuat kecil kecil,” ucap dia.

“Ini nilai jualnya mereka luar biasa, jadi mereka jual bisa sampai 100 ribu satu biji kecil ini,” lanjut Hengki.

Kini, pihaknya tengah mengejar pelaku lain dalam kasus narkotika itu usai menangkap NK.

“Ini masih pengembangan selain satu tersangka yang sudah diamankan sebagai kurir atau pengedar, ada juga di atasnya kita sedang lakukan pengejaran, DPO,” katanya.

Baca Juga  Zainul Rela Mudik ke Jepara Lebih Awal dari Terminal Lebak Bulus demi Ingin Hemat Ongkos

“Modus yang digunakan selain membeli dari pengedar tadi, cara penggunaan dan lain sebagainya ini, diletakan di lidah atau langit-langit, jadi tidak akan hancur atau melebur jadi satu di dalam mulut,” sambung Hengki. 

Ia menyebutkan bahwa banyak kalangan remaja yang menjadi sasaran terkait narkotika jenis tersebut.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *