NasDem DKI Curigai Ada Oknum Penyelenggara Pemilu di Jaktim Diduga Loloskan Caleg Tertentu

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Partai NasDem DKI Jakarta mencurigai adanya oknum penyelenggara Pemilu 2024 di Jakarta Timur yang melakukan tindakan tidak terpuji.

Perbuatan mereka diduga untuk memenangkan atau meloloskan caleg-caleg tertentu.

“Kami mempunyai bukti permulaan bahwa oknum penyelenggara Pemilu di Jakarta Timur diduga menerima setoran hingga miliaran rupiah agar caleg-caleg tertentu dimenangkan,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai NasDem DKI Jakarta Mohamad Ongen Sangaji dari keterangannya pada Senin (4/3/2024).

Ongen mengatakan, oknum Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tersebut juga diduga sudah menerima ‘jatah’ sebesar puluhan juta rupiah.

Duit itu, kata dia, diduga diterima sebelum pencoblosan Pemilu pada 14 Februari 2024 lalu.

“Imbalannya adalah si caleg yang membayar upeti bisa dengan mudah meraih suara banyak sehingga lolos ke parlemen DPRD DKI ataupun DPR,” kata Ongen.

Baca juga: Publik Menanti Pertemuan Surya Paloh dan Megawati Bahas Hak Angket, Nasdem: Belum Ada Tanggal

Menurutnya, caleg tertentu tersebut juga kerap menggelar pertemuan di hotel di Jakarta Timur dan Bekasi untuk mengatur strategi sekaligus menyerahkan upah membantu lolos ke parlemen.

Kata dia, praktik kotor tersebut terindikasi melibatkan komisioner KPU Jakarta periode 2019-2024.

“Khusus PPS dan PPK juga sering bertemu dengan caleg tertentu di room karaoke di Jakarta Timur dan Bekasi untuk menyerahkan ‘honor’ bulanan. Mereka berkolaborasi untuk berbuat curang yang menciderai demokrasi,” jelasnya.

Ongen berharap Bawaslu dan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) segera turun tangan untuk menuntaskan dugaan kecurangan yang disinyalir dilakukan oknum-oknum penyelenggara Pemilu.

Jangan sampai perbuatan mereka merugikan caleg-caleg yang memang berkompetisi secara jujur dan adil dalam memperbutkan kursi di Parlemen.

“Kami akan terus mengumpulkan bukti-bukti untuk kemudian dibawa ke pihak berwajib, karena ini sudah pidana,” ungkapnya.

Baca Juga  Tahanan Titipan yang Kabur dari Lapas Klas IIA Tangerang Ditangkap Polisi di Rumah Orangtuanya

Baca juga: NasDem Sebut Pemilu 2024 Terburuk, Pengamat: Hak Angket Wajib, Karena Sejarah Presiden Main Politik

Ongen menegaskan bahwa “permainan kotor” yang diduga melibatkan oknum KPU Jakarta Timur, PPK, dan PPS itu bukan lagi menjadi rahasia umum.

Karena itulah, Ongen berharap Bawaslu membuka ruang bagi caleg-caleg yang tidak lolos dan sudah mengeluarkan modal miliaran rupiah untuk melapor dan dilindungi dari penerapan sanksi.

Karena hukum di sini mengatur barangsiapa yang memberi dan menerima sama-sama dikenakan sanksi.

“Untuk kasus ini mohon kiranya Bawaslu atau Sentra Gakumdu dapat memberikan ruang keringanan bagi yang dirugikan, dan ke depan tidak terjadi lagi ada penyelenggara pemilu yang kotor dan meraup keuntungan miliaran dalam proses pemilu, maka mereka harus dijatuhi sanksi berat,” pungkasnya.

Sementara itu Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi DKI Benny Sabdo ketika dikonfirmasi mengakui, adanya laporan terkait dugaan kasus tersebut. Hingga kini, pihaknya masih mendalaminya.

“Kami masih mengawal rekap tingkat kota/kabupaten, tapi masih ada laporan masuk ke Bawaslu DKI terkait perihal ini,” sinkgat Benny. (faf)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *