Staf Ahli Punya Anak Terlibat Narkoba, Kepala BNN RI Marthinus Hukom: Kami Butuh Keahliannya

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Eks Hakim Mahkamah Agung (MA), Suhadi resmi menjabat sebagai staf ahli bidang hukum Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI).

Suhadi merupakan ayah dari eks Hakim Pengadilan Negeri Rangkasbitung, Danu Arman, yang sempat terciduk mengonsumsi sabu bersama rekannya sesama hakim di ruang kerjanya pada tahun 2022.

Terdapat barang bukti yang disita, yakni sabu dengan seberat 20,6 gram dan berimbas pemecatan secara tidak hormat oleh Majelis Kehormatan Hakim.

Kepala BNN RI Komjen Pol Marthinus Hukom buka suara terkait hal itu.

Marthinus mengatakan bahwa pihaknya memilih Suhadi sebagai ahli hukum bukan karena kemauan atau keinginan semata. 

Baca juga: Jadi Perantara Pengedaran Narkotika di Rutan Depok, Ahmad Syahroni Dituntut 10 Tahun Penjara

Baca juga: BNN RI Musnahkan Barang Bukti 42 Kilogram Sabu Terkait Perkara Jaringan Internasional

Baca juga: BNN RI Tegaskan 9 Tersangka Penyelundupan Narkotika dari Malaysia Terancam Hukuman Mati

Marthinus menegaskan bahwa BNN RI tidak melihat latar belakang pribadi Suhadi, hanya saja berfokus terhadap keahlian hukum yang dimiliki.

“Kalau saya sih (melihat) keahlian beliau kan di bidang hukum. Saya tidak melihat apa latar belakangnya. Kami butuh hukumnya, butuh keahliannya,” kata Marthinus, Sabtu (23/3/2024).

Marthinus mengaku baru mengetahui Suhadi memiliki putra yang rupanya memiliki catatan pernah menjadi pengguna narkoba.

Demikian ia menyampaikan BNN melihat pengguna narkoba bukan sebagai kategori penjahat, melainkan pihak yang perlu dirawat.

“Tapi begini, pengguna narkoba itu tidak kami anggap sebagai penjahat, tetapi kaki anggap sebagai orang yang perlu dirawat,” ujar Marthinus.

BERITA VIDEO: Momen Jokowi Tertawa Terbahak Bersama Para Menteri Usai Lapor SPT

Pria yang merupakan eks Kepala Detasemen Khusus (Kadensus) 88 Antiteror (AT) Polri tu menjelaskan publik seperlunya dapat membedakan sisi profesionalisme dengan latar belakang, terkhusus hal tersebut.

Baca Juga  KPU Buka TPS Khusus di Ponpes Bagi Santri dan Ustaz yang Tak Pulang saat Pemilu 2024

“Kami juga harus bisa bedakan dong profesionalisme dengan persoalan yang lain. Karena yang saya mau lihat disini adalah kemampuan beliau sebagai ahli hukum untuk memberikan tinjauan dan analisa hukum, Kemampuan beliau sebagai ahli hukum itu lebih penting dibandingkan latar belakangnya apapun itu,” pungkasnya. (m37).

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *