Timnas AMIN Kerahkan Semua Cara Buktikan Kecurangan Pemilu, Sudirman Said: Ini Pendidikan Politik

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (Timnas Amin) menilai semua cara perlu dilakukan untuk membuktikan dugaan kecurangan Pemilu 2024.

Co-kapten Timnas Amin Sudirman Said menyebut cara konvensional maupun cara baru bisa dilakukan.

“Kalau didengar anak-anak kita, bisa mendorong pendidikan politik,” jelas Sudirman, Minggu (10/3/2024).

Baca juga: Agar Gugatan Dikabulkan MK, Timnas AMIN Siapkan Hal Teknis Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

Pihaknya, kata dia, siap mengajukan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) atau hasil pilpres 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bukti-bukti beserta naskah tuntutan ke MK sudah siap.

“Secara teknis kami siap,” imbuhnya.

Sudirman memgatakan gugatan ke MK merupakan upaya Tim Amin menempuh jalur hukum.

Sedangkan, partai pengusung capres dan cawapres nomor urut 01, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar akan menempuh jalan politik melalui hak angket.

Sudirman mengatakan, hak angket merupakan kewenangan partai.

Baca juga: Penuh Kecurangan, Sudirman Said Sebut Timnas AMIN Positif Gugat Hasil Pemilu 2024 ke MK

Ia ingin mendorong proses tersebut untuk mengingatkan demokrasi sedang dilanda bencana.

Sebagai informasi, rencana hak angket kecurangan pemilu awalnya digulirkan oleh calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo.

Adapun dorongan eks Gubenur Jawa Tengah itu disambut oleh para partai pendukung pasangan nomor urut 1 Anies dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin seperti Partai Kebangkitan Bangsa, Partai NasDem, dan Partai Keadilan Sejahtera.

Beberapa anggota DPR sudah menggelindingkan usulan penggunaan hak angket demi mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024. Usul itu disampaikan oleh tiga anggota DPR dari Fraksi PKS, PKB, dan PDIP dalam rapat paripurna DPR pada Selasa, 5 Maret 2024.

Baca Juga  UnGarsUneFille viral video telegram

Mereka adalah anggota Fraksi PKS Aus Hidayat Nur, anggota Fraksi PKB Luluk Nur Hamidah dan anggota Fraksi PDIP Aria Bima.

Ketiganya kompak menyuarakan pengguliran hak angket dalam sidang tersebut lewat interupsi yang disampaikan kepada pimpinan sidang yang juga politikus Partai Gerindra, yaitu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *