Moge Listrik Kayu Besutan Siswa SMKN 5 Malang, Apa Saja Keunggulannya?

Tak Berkategori92 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Perwakilan berbagai universitas dan sekolah membuka stan untuk hasil riset dan inovasi terbaik mereka dalam rangka pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2023 di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Jakarta pada 11 – 13 Agustus 2023. Salah satunya adalah motor gede listrik dengan badan yang terbuat dari kayu, hasil inovasi tiga siswa SMKN 5 Malang.

Moge listrik ini didesain dengan badan kayu yang diukir serta baterai hasil daur ulang. Tiga siswa yang menyusun motor ini berasal dari jurusan Kriya Kayu, Teknik Komputer Jaringan, dan Rekayasa Perangkat Lunak.

“Ini adalah hasil kolaborasi dari seni dan teknologi,” ucap Agus Salim, guru Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 5 Malang yang mewakilkan sekolah tersebut pada pameran Hakteknas.

Dia menjelaskan bahwa kayu digunakan sebagai badan motor karena SMKN 5 Malang mempunyai jurusan yang langka, yaitu Kriya Kayu. Jurusan ini hanya ada dua di wilayah Jawa Timur, katanya, termasuk salah satunya di Malang.

“Konsepnya adalah moge vintage tapi kekinian. Kekiniannya kita pakai tenaga baterai yang didaur ulang dari baterai laptop,” terangnya kepada Tempo.

Mul, seorang teknisi SMKN 5 Malang yang turut membuat moge, mengatakan bahwa Brushless DC atau BLDC digunakan dalam motor listrik ini. Baterainya kini dilengkapi dengan fitur fast charging dan memiliki muatan listrik 25 ampere. Gelombang yang digunakan pun sudah berupa sine wave. 

Kapasitasnya juga meningkat dari 1.000W ke 3.000W, dan ditambah pengaturan kecepatan. Moge ini bisa dikontrol lewat komputer dengan aplikasi garapan SMKN 5 Malang.

“Kemarin belum fast charging, sekarang sudah. Kalau kemarin baterainya dari baterai laptop, sekarang baterainya dari forklift yang untuk mengangkat barang. Itu saya aplikasikan ke moge,” jelasnya.

Motor ini sempat disorot oleh media sekitar 2021 lalu. Saat itu, motor ini masih menggunakan Pulse Width Modulation (PWM) dan bukan sine wave. Pembaruan menyeluruh dilakukan sekitar awal 2023. “Seiring berjalannya waktu, perubahannya ada di sine wave. Tadinya boros listrik, tenaganya juga kurang, sekarang sudah enggak,” jelas Mul.

Untuk sementara ini, moge yang ditampilkan di pameran Hakteknas 2023 masih merupakan purwarupa. Agus Salim mengungkap bahwa mereka masih mencoba mencari desain paling ergonomis.

Moge ini digarap oleh para siswa SMKN 5 Malang dalam waktu satu sampai dua bulan. Selain moge, SMKN 5 Malang juga membawa satu motor lain ke pameran Hakteknas yang badannya berasal dari motor Vespa. Motor ini dapat menempuh kecepatan 80 km per jam. Waktu pengisian daya motor listrik ini adalah dua sampai tiga jam, dan sekali diisi bisa menempuh jarak 70 km.

Motor dari restorasi badan Vespa ini tidak menggunakan baterai dari laptop bekas seperti moge, namun baterai polimer litium yaitu LiFePO 4. Jika moge memiliki kapasitas sebesar 3.000 cc, motor yang terbuat dari bongkaran Vespa ini memiliki kapasitas 1.500 cc.

Iklan

“Kepala sekolah berangkat dan pulang kerja sekitar 30 km, dia naik ini,” ungkap Mul.

Dibiayai Kepala Sekolah hingga Puluhan Juta
Agus Salim dan Mul mengatakan bahwa pembuatan inovasi-inovasi dibiayai sepenuhnya oleh kepala sekolah, Cone Kustarto. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat moge adalah sebesar Rp 40 juta, dan Rp 30 juta untuk motor bongkaran Vespa.

Dengan memamerkan inovasi di Hakteknas 2023, para perwakilan berharap dapat mempublikasi bahwa SMKN 5 punya inovasi dan terobosan, serta bagaimana mereka membuat sesuatu yang unik, artistik, tetapi juga tersentuh teknologi terkini. Mereka pun berharap suatu hari dapat menjual produk-produk ini kepada masyarakat umum.

“Kita akan menunggu dulu SMK kami menjadi BLUD. Badan Layanan Umum Daerah, jadi bisa jual. Karena belum ada BLUD, jadi kami tidak bisa jual.”

Melansir dari situs Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), SMK yang sudah menjadi BLUD akan diberikan fleksibilitas dalam bentuk keleluasaan pengelolaan keuangan atau barang BLUD SMK sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Selain kendaraan bermotor, para perwakilan SMKN 5 Malang juga terlihat memamerkan beberapa radio kayu buatan para siswa. Harga radio-radio yang dibuat dari limbah kayu ini dimulai dari Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta.

Menurut Agus Salim dan Mul, radio-radio ini mengundang banyak pesanan. “Semua mulai dari wali kota, gubernur, bupati, wakil gubernur, direktorat jenderal, menteri, semua sudah punya. Tinggal satu yang belum, RI 1,” kata Mul. 

Harapan Mul adalah motor-motor buatan SMKN 5 Malang juga bisa dinaiki oleh Presiden Joko Widodo. 

“Harapannya ini dinaiki RI 1,” ujarnya. “Semua sudah naikin. Mulai dari Pak Nadiem, ada fotonya saat Hakteknas tahun kemarin. Tinggal Pak Jokowi.”

Pilihan Editor: Daftar 30 Sekolah Kedinasan yang Buka Seleksi 2023



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *